Sejarah Meunasah Tutong




Gampong Meunasah Tutong pada awalnya merupakan kawasan yang dikelilingi oleh persawahan dan perkebunan. Pada abad ke-18, ketika Aceh berada dalam masa penjajahan Belanda, wilayah ini belum terbentuk sebagai sebuah gampong dan masyarakat masih bermukim secara terpencar. Saat itu, wilayah tersebut dipimpin oleh seorang tokoh yang dikenal dengan nama Tengku Chik Di Sampang.

Bersama masyarakat, Tengku Chik Di Sampang mendirikan sebuah meunasah yang berfungsi sebagai tempat ibadah, musyawarah, dan pembinaan masyarakat. Karena meunasah tersebut diduga dijadikan sebagai tempat menyusun strategi perlawanan terhadap pemerintah kolonial, Belanda kemudian membakarnya. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah masyarakat setempat.

Untuk mengenang jasa Tengku Chik Di Sampang serta peristiwa pembakaran meunasah tersebut, masyarakat melalui musyawarah sepakat menamai wilayah ini Gampong Meunasah Tutong. Hingga saat ini, makam Tengku Chik Di Sampang masih terpelihara dan dirawat oleh masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa beliau.

Sejak dahulu, sistem pemerintahan Gampong Meunasah Tutong berlandaskan nilai-nilai adat istiadat yang dipadukan dengan ketentuan pemerintahan yang berlaku. Pemerintahan gampong dipimpin oleh seorang Keuchik yang dibantu oleh Wakil Keuchik atau Sekretaris Gampong. Pada masa itu belum dikenal jabatan Kepala Dusun, sehingga tugas yang kini dijalankan oleh Kepala Dusun dilaksanakan oleh Wakil Keuchik.

Dalam penyelenggaraan pemerintahan gampong, Imum Meunasah memiliki peran penting sebagai penasihat dalam pengambilan kebijakan, penyelesaian hukum adat, serta pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat. Sementara itu, Tuha Peut berfungsi sebagai lembaga permusyawaratan yang memberikan pertimbangan kepada Keuchik, mengawasi jalannya pemerintahan gampong, dan menyalurkan aspirasi masyarakat.

Pada masa itu, kegiatan pemerintahan dilaksanakan di rumah Keuchik maupun di tempat-tempat berkumpul masyarakat karena belum tersedia kantor pemerintahan gampong sebagaimana yang ada saat ini.

Sebelum adanya Bantuan Keuangan Gampong, pembangunan di Gampong Meunasah Tutong masih sangat terbatas, baik di bidang fisik maupun kemasyarakatan. Berbagai kegiatan pembangunan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan seluruh masyarakat. Seiring berjalannya waktu, dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat telah mendorong kemajuan pembangunan di berbagai bidang sehingga Gampong Meunasah Tutong terus berkembang menuju gampong yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.




Meunasah Tutong

Alamat
Jl. Eumpee Tanong-Reudep, Gp.Meunasah Tutong, Kode Pos:23362
Phone
082165541269
Email
[email protected]
Website
meunasahtutong.sigapaceh.id

Kontak Kami

Silahkan Kirim Tanggapan Anda Mengenai Website ini atau Sistem Kami Saat Ini.

Total Pengunjung

26.089